Tanaman kopi telah berkembang sejak ratusan tahun lalu. Temurun dari generasi ke generasi saling mewarisi seni minum kopi. Budaya ngopi semakin menarik banyak pihak, produk kopi bermunculan dalam berbagai merek, iklan kopi, penikmat kopi semakin marak. Bahkan pecandu kopi saling beradu citarasa, semakin fanatik dan eksekutif.
Semua kemajuan industri kopi tersebut tidak lepas dari semakin baiknya pengelolaan di sektor hilir dan tentu saja tidak lepas dari cermatnya pengelolaan di sektor hulu (on farm)Kontribusi kopi Bengkulu kian besar terhadap produksi kopi nasional, tercatat mencapai angka 8,92% dari produksi nasional. Luas perkebunan kopi robusta di Bengkulu pun cukup luas yakni mencapai 95.313 hektar. Lokasinya tersebar, terutama di Kabupaten Bengkulu Utara, Mukomuko, Rejang Lebong dan Kepahiang. Keunggulan kopi Bengkulu bercita rasa unik dan beraroma buah. Rasa-rasa lemon, cokelat, dan herba akan bertabauran di setiap cicipan para penikmat kopi. Selain rasanya nikmat beraroma khas, kopi ini juga menyehatkan karena ditanam secara organik.
Sinergi dan keberpihakan pemerintah provinsi Bengkulu kepada masyarakat petani kopi dan para pelaku industri kopi di provinsi Bengkulu terus ditingkatkan guna mencapai kapasitas produksi kopi yang berskala besar dan tetap berkualitas.Seiring geliat pengembangan kopi Bengkulu masih belum banyak ulasan historis filosofis sanpai bagaimana kopi Bengkulu dapat dikenal seperti sekarang ini. Tanpa ingin berpuas asa, upaya memperkenalkan kopi Bengkulu adalah tugas semua pihak. Sinergi masyarakat, pemerintah dan pengusaha yang menjadui pesan dalam buku ini semoga dapat dipahami sebagai bagian dari peningkatan produktivitas melalui investasi dan tata kelola yang baik.